Ikhlashlah wahai jiwaku! Ikhlash hanya karena Allah
saja. Ikhlaslah dalam ucapan dan perbuatan. Ikhlaslah dalam mencintai dan
menyayangi! Ikhlashlah dalam segala hal tanpa terkecuali. Hanya dengan itu
engkau akan bahagia dan damai. Tidak usah mengharap pamrih atas apa saja yang
telah engkau lakukan. Lupakan saja dan jangan dihitung, diingat-ingat.
Engkau pasti akan sakit dan menjadi sia-sia bila tanpa
keikhlashan, karena tidak semua orang bisa membalas jasa atau bahkan sekedar
mengucapkan terimakasih, terlebih puja dan puji kepadamu atas apa saja yang
telah engkau lakukan. Dihadapan Allah engkaupun tidak berarti apa-apa dan semua
amal perbuatanmu tidak lebih hanyalah
fatamorgana di gurun yang tandus, yang disangka air ternyata adalah hamparan pasir
dan debu belaka, engkau tertipu karenanya.
Tidaklah
susah untuk berlaku ikhlash bila engkau sadar dan percaya bahwa tidak ada yang
sia-sia di atas dunia ini dan semuanya akan bermuara kepada Allah saja. Tidak
ada yang terlepas dan gaib dalam pengetahuan-Nya dan Dia-lah sebaik-baik
pemberi akibat atas segala sebab. Dan engkau juga harus ingat, bahwa
sesungguhnya engkau tidak memiliki apa-apa, bahkan dirimu sendiri bukan engkau
yang punya, yang membuat engkau punya hak untuk menuntut balas atas apa saja
kebaikan dan pertolongan yang telah engkau lakukan. Semuanya terjadi hanyalah
karena rahmat dan kehendak Allah semata dan hanya Dia yang memiliki sepenuhnya
hak atas engkau dan segenap makhluk-Nya. Maka dari itu wahai jiwaku, tenanglah
dan cukup sudah semua basa-basi dunia ini. Tidak ada keuntungan sedikitpun yang
akan engkau peroleh walau seujung kuku darinya yang tak lebih dari senda gurau
dan kesenangan sementara bila tanpa keikhlasan.
Ikhlash! Dengan itu aku mengingatkanmu. Aku
tidak tahu lagi apa ada yang lebih baik dari itu bila engkau tidak memilikinya.
Lihatlah banyak ibrah di sekelilingmu. Berapa banyak ketidak-ikhlasan membuat
banyak jiwa merana dan tertipu dalam
kesia-siaan. Mereka tenggelam dalam kebinasaan yang disangka
keberuntungan. Sementara waktu mungkin
mereka bisa tertawa karena mereka merasa bahwa pamrih yang mereka peroleh telah
menjadikan mereka mulia dan bisa berbuat apa saja. Tapi apalah artinya bila maut itu datang dan
mereka melihat semua amal perbuatan mereka tidak lebih berat dari debu yang
tiba-tiba lenyap di terpa angin? Berlindunglah kepada Allah dari ketidak
ikhlasan yang akan membuat engkau merugi dan dirundung penyesalan sepanjang
hidup bahkan setelah hidup lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar